Tampilkan postingan dengan label Tahukah Anta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tahukah Anta. Tampilkan semua postingan

3.03.2009

Salju Telah Turun (Lagi) di Dataran Arab

Sebagaimana diberitakan oleh TV Arab Saudi dan diberitakan kembali oleh Nuansa Pagi RCTI bahwa :

Pada Hari Minggu, tanggal 13 January 2002, di Arab Saudi yang merupakan daerah gurun pasir yang sangat panas dimana matahari bersinar sepanjang hari, telah terjadi suatu fenomena alam yang langka!!! yaitu dengan turunnya salju dengan lebatnya. Tepatnya di darah Tabuk 1500 km dari Riyad (Ibukota Arab Saudi) ketebalan salju mencapai 20 cm, dan di Yordania suhu mencapi titik beku (0 derajat celcius). Ternyata tahun-tahun terakhir ini di Jazirah Arab yang notabenenya gurus pasir panas, turunnya salju ini telah sering terjadi, tetapi hal ini ditutup-tutupi atau tidak dipublikasikan secara luas.

Ada apa gerangan dengan terjadinya fenomena alam tersebut........?

Jauh-jauh hari sebelum terjadinya turun salju di Arab Saudi dewasa ini sebagaimana diberitakan di atas, para ilmuan dari King Abdul Aziz University (Arab Saudi) bekerja sama dengan para ilmuan barat dan manca negara telah melakukan penelitian ilmiah mengenai fenomena-fenomena alam yang diterangkan dalam Al-Quran dan Al-Hadist. Salah satunya mengkaji mengenai Hadist Rasulallah SAW.

Kajian ini antara lain dilakukan bersama dengan seorang orientalis, Profesor Alfred Kroner, seorang ahli ilmu bumi (geologi) terkemuka dunia, dari Department Ilmu Bumi Institut Geosciences, Johannes Gutenburg University , Mainz , Germany . Ketika ditanyakan kepada Prof. Korner oleh para Ilmuan King Abdul Aziz sebagaimana diterangkan dalam Islam dan Sains hal. 25-26 :
* Bagaimana Nabi Muhammad SAW bisa mengetahui bahwa dahulu kala jazirah/dataran Arab merupakan padang rumput yang subur dan dipenuhi oleh
sungai-sungai yang mengalir?….. Karena Prof Korner tidak beriman kepada Al-Quran dan Al-Hadist, ia menjawab dengan tuduhan bahwa bisa saja Nabi Muhammad SAW mengetahui hal tersebut dari kitab-kitab lama seperti Jabur,Tauret dan Injil yang sering menceritakan bahwa dulu di dataran Arab merupakan padang rumput yang subur dengan banyaknya cerita tentang para pengembala ternak, cerita-cerita tentang kebun anggur dan cerita-cerita tentang pemilik perkebunan yang subur yang sering diceritakan dalam kitab-kitab tersebut. Atau bisa jadi Nabi Muhammad SAW menconteknya dari ilmuan-ilmuan dari Roma pada saat itu.

* Menanggapi tuduhan Prof. Korner tersebut, Ilmuan King Abdul Aziz, menjawab OK, anda bisa saja menuduh seperti itu, tapi apakah keadaan dataran Arab yang subur dahulu kala itu bisa dibuktikan secara ilmiah pada masa Nabi Muhammad SAW hidup 1400 tahun yang lalu?…. Prof. Korner menjawab pada masa itu belum dapat dibuktikan, karena sains dan teknologinya tidak memungkinkan.

* Apakah hal itu benar-benar terjadi dan dapat dibuktikan secara ilmiah dengan teknologi canggih dewasa ini?… Prof. Korner menjawab ya!.. dahulu dataran Arab dipenuhi dengan kebun-kebun yang subur dan sunga-sungai yang mengalir, dan secara ilmiah keadaan tersebut dapat dibuktikan. Prof Korner menjelaskan bahwa dahulu selama Era Salju (Snow Age), kemudian Kutub Utara icebergs perlahan-lahan bergerak ke arah selatan sehingga relatif berdekatan dengan Semenanjung Arab, pada saat itu iklim dataran Arab berubah dan menjadi salah satu daerah yang paling subur dan hijau di muka bumi. Ini merupakan fakta sains yang tidak bisa dibantah.

* Pertanyaan selanjutnya, bagaimana Nabi Muhammad SAW dapat mengetahui juga bahwa sekali lagi dataran Arab itu akan menjadi daerah yang subur dipenuhi kebun-kebun dan sungai-sungai sebagai tanda datangnya hari kiamat, padahal pada masa itu 1400 tahun yang lalu teknologinya belum memungkinkan untuk mengetahui hal tersebut dan informasi tersebut satupun tidak diterangkan baik dalam kitab-kitab terdahulu maupun dalam penelitian ilmuwan-ilmuwan Roma
……?. Prof. Korner menjawab dengn malu-malu, bahwa Nabi Muhammad SAW dapat mengetahui informasi itu pasti dari sesuatu yang mengetahui betul mengenai alam ini (cuma, Prof. Korner mengelak untuk mengatakan secara terus terang bahwa sebenarnya informasi itu datangnya dari Tuhan, Allah SWT yang paling tahu tentang alam ini, karena Dia-lah yang telah menciptakan dan mengaturnya) .

* Dan apakah informasi yang dikabarkan Nabi Muhammad SAW 1400 yang lalu bahwa sekali lagi dataran Arab itu akan menjadi daerah yang subur dipenuhi kebun-kebun dan sungai-sungai benar-benar akan terjadi?….. Prof Korner menjawab dengan tegas ya!… karena sebenarnya proses itu sekarang sedang terjadi. Era Salju Baru (New Snow Age) sebenarnya telah dimulai, sekali lagi sekarang salju di kutub Utara sedang merangkak/bergeser perlahan-lahan ke arah selatan mendekati Semenanjung Arab. Hal ini dapat dibuktikan dengan fakta dan sains, dimana tanda-tanda itu nampak dengan jelas di dalam badai salju yang menghujani bagian utara Eropa dan Amerika setiap musim salju tiba.Dan sekarang terbukti bahwa salju telah beberapa kali turun di dataran Arab sebagaimana diberitakan TV Arab Saudi dan RCTI di atas.

Bagi umat Islam yang telah memahami ajaran Islam, turunnya salju di arab saudi ini bukan merupakan hal yang aneh, karena hal ini telah diterangkan oleh Nabi Muhammad SAW 1400 tahun yang lalu. Ketika para sahabat menanyakan kepada Rasulallah SAW mengenai kapan datangnya hari kiamat.Rasulallah SAW menjawab, bahwa pengetahuan mengenai datangnya hari kiamat hanya ada pada sisi Allah SWT.

Tetapi Allah SWT telah memberitahukan tanda-tandanya kepada Rasulallah SAW, antara lain sebagaimana diterangkan dalam salah satu Hadist Rasulallh SAW: “Hari Akhir tidak akan datang kepada kita sampai dataran Arab sekali lagi menjadi dataran berpadang rumput dan dipenuhi dengan sungai-sungai." ( HR Muslim).

Dari Hadist Rasulallah SAW di atas ada beberapa informasi yang didapat:
1. Informasi datangnya hari akhir / kiamat
2. Dahulu kala dataran / jazirah Arab pernah menjadi padang rumput yang subur dan dipenuhi dengan sungai-sungai dan
3. Nanti, dataran Arab sekali lagi akan menjadi padang rumput dan dipenuhi dengan sungai-sungai, sebagai salah satu tanda datangnya hari kiamat.


FOTO-FOTO BANJIR MELANDA MEKKAH TH 1941


Ka'bah kebanjiran


Banjir masuk sampai ke terowongan Mina


Banjir masuk masjid


Banjir sampai ke jalan raya


Kejadian di atas merupakan salah satu bukti yang telah dijanjikan Allah SWT bahwa firman-Nya yang disampaikan melalui Nabi Muhammad SAW dalam Al-Quran dan Al-Hadist adalah benar datang dari Tuhan pencipta alam semesta ini, yaitu Allah SWT. Sebagaiman firman Allah SWT : “Al-Quran ini tidak lain hanyalah peringatan bagi semesta alam. Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui (kebenaran) berita Al-Quran setelah beberapa waktu lagi” (QS. Shad :87-88)

Wahai umat manusia di dunia, apalagi yang yang menghalangi kita untuk beriman bahwa: “Tiada Tuhan selaian Allah, dan Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah”……. padahal kebenarannya telah terbukti?…….. dan hari kiamat telah di depan mata???……Siapkan bekal menuju alam kubur, padang mahsyar & kampung akherat sekarang juga !!!!

2.28.2009

Binasa Akibat Tak Punya Malu

Rasa malu mengundang seseorang merasa risih dan enggan melakukan sesuatu yang tercela. Lantas, bagaimana ketika seseorang tidak lagi memiliki rasa malu untuk meninggalkan apa yang dinilai burukoleh agama dan masyarakat? Rasulullah SAW bersabda, "Kalau anda tak malu, maka anda dapat melakukan apa saja,".

Karenanya, dalam salah satu haditsnya yang lain Rasulullah SAW berpesan:
"Sesungguhnya Allah apabila hendak membinasakan seseorang, maka Dia mencabut rasa malu dari dirinya. Jika Dia telah mencabutnya, maka anda tidak menemukannya kecuali dibenci. Lalu setelah itu dicabut dari kepercayaan dan sifat amanah. Bila ini terjadi, anda tidak menemuinya kecuali pengkhianat dan dikhianati. Dan bila itu terjadi, dicabutlah darinya rahmat, dan bila rahmat telah tercabut maka anda tidak menemuinya kecuali terusir dan terkutuk (oleh Allah) dan jika itu terjadi, maka dicabutlah darinya ikatan keislaman." (HR. Ibn Majah)


Sumber: Majalah Hidayah

Perumpamaan Orang Yang Membaca Al-Qur'an

Banyak-banyaklah membaca, mempelajari dan mengajarkan Al-Qur'an. Sebuah hadits menyebutkan, "Perumpamaan seorang mukmin yang membaca Al-Qur'an seperti buah utrujjah (limau manis), baunya enak dan rasanya pun enak. Dan perumpamaan seorang mukmin yang tidak membaca Al-Qur'an seperti buah kurma, tidak berbau tetapi rasanya manis. Dan perumpamaan seorang munafiq yang membaca Al-Qur'an seperti buah raihan, baunya enak tetapi rasanya pahit. Dan perumpamaan seorang munafiq yang tidak membaca Al-Qur'an seperti buah pare, tidak berbau dan rasanya pahit." (HR. Bukhari dan Muslim)

Cepat Mati Karena Depresi

Ini untuk para pekerja. Dr. Alexis Carlyle mensinyalir bahwa para pekerja yang tidak tahu bagaimana menghadapi kesedihan akan mati lebih cepat. Kendati uruusan ajal sepenuhnya ada di tangan-NYA dan segala sesuatu yang terjadi di dunia ini tak lain adalah sesuai dengan qadha' dan takdir-NYA pula, keterangan dari pemenang hadiah Nobel dalam bidang kedokteran ini setidaknya menegaskan bahwa salah satu sebab yang menghancurkan raga adalah depresi. Dan depresi yang terus menggerogoti membunuh secara perlahan.


Sumber: Majalah Hidayah

Cemas Menimbulkan Sakit Gigi

Barangkali belum pernah terpikirkan oleh kita bahwa cemas dan takut rentan terhadap timbulnya sakit gigi. Setidaknya itulah pendapat Dr. William Mark Gaugil. Dalam sebuah pidato ilmiah di depan Persatuan Dokter Gigi Amerika, ia mengatakan bahwa perasaan yang tidak bahagia seperti cemas dan takut sangat mungkin memberikan dampak terhadap distribusi kalsium di dalam tubuh. Dan, menurutnya lebih lanjut, akan mengakibatkan kerusakan pada gigi.


Sumber: Majalah Hidayah

Awas Terhadap Perkataan "AKAN"

Tahukah Anda, ketika Anda mengucapkan kata 'akan', maka Anda sebenarnya telah terbuai oleh pikiran dan angan-angan kosong Anda sendiri. Perkataan 'akan' itu mahir membuai seseorang untuk selalu menunda agenda hidupnya. Seorang ulama salaf memberikan nasehat, "Saya mengingatkanmu tentang perkataan 'akan'...., sebab kata itu sudah banyak mencegah terjadinya kebaikan dan menunda dilakukannya perbaikan".

Tentang bahayanya lebih jauh, Al-Qur'an surat Al-Hijr ayat 3 bertutur: "Biarkanlah mereka (di dunia ini) mmakan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan (kosong), maka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatn mereka)".


Sumber: Majalah Hidayah

Kesedihan Dapat Menyebabkan Abses

Kesedihan dapat menyebabkan abses. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, abses adalah radang jaringan tubuh yang memungkinkan timbulnya rongga tempat nanah mengumpul. Inilah pernyataan Dr. Joseph F. Montagno, penulis buku The Problem of Nervousness. Dalam buku tersebut Montagno menyatakan: "Penyebab abses yang anda derita bukan berasal dari makanan yang anda konsumsi, tapi karena 'sesuatu' yang memakan dirimu". Majalah Life menulis, abses menempati urutan kesepuluh dalam daftar penyakit yang mematikan.


Sumber: Majalah Hidayah

Penemu Sirkulasi Paru-paru

Belum lama ini, penemuan sirkulasi dalam paru-paru mengundang banyak perdebatan dalam dunia kedokteran. Pendapat yang selama ini diyakini, sebagaimana dilansir www.republika.co.id, tentang teori mengenai sirkulasi paru-paru kaitan antara pernafasan dan peredaran darah ditemukan oleh ilmuwan Eropa mulai abad ke-16. Penggiatnya berturut-turut adalah Servetus, Vesalius, Colombo dan terakhir Sir William Harvey dari Kent, Inggris.

Namun penelusuran sejarah lebih lanjut, dengan meneliti berbagai manuskrip dan obyek sejarah lain, maka kejelasan mulai diungkapkan: penemu sirkulasi paru-paru adalah Ibnu Al-Nafis, ilmuwan Muslim abad ke-13. Penemuan ini diungkap oleh Dr. Muhyo al-Deen Attawi, fisikawan Mesir, yang mulai menyusuri kanal-kanal sejarah sejak tahun 1924. Ia menemukan sebuah tulisan berjudul Commentary on the Anatomy of Canon of Avicenna di perpustakaan nasional Prussia, Berlin (Jerman). Saat itu ia tengah belajar mengenai sejarah Kedokteran Arab di Albert Ludwig’s University Jerman.


Keajaiban Air

Air ternyata mampu merespon perlakuan apapun yang diberikan padanya, baik berupa kata-kata, tulisan, gambar ataupun suara. Demikian kesimpulan peneliti Jepang, Dr. Masaru Emoto dalam bukunya The True Power of Water.

Dalam penelitiannya, Masaru membuktikan bila air, misalnya, disematkan kata-kata “kamu bodoh” (atau kata-kata jelek lainnya), maka bentuknya menjadi tak karuan. Sebaliknya, jika air itu disematkan kata-kata “terima kasih, air” (atau kata-kata baik lainnya), maka bentuknya menjadi kristal cantik yang indah.

Penelitian Masaru tersebut akhirnya semakin meneguhkan bahwa air dapat menjadi pengobatan alternatif terhadap gangguan kesehatan. Posisi air juga kian meyakinkan kita bahwa doa, pikiran dan kata-kata positif sangat berdampak terhadap kesehatan dan kesejahteraan seseorang.

Karena itu, semakin maklum bila kita minum menyebut asma Allah maka akan sangat bermanfaat dan berkah untuk tubuh dan jiwa kita.


Sumber: Majalah Hidayah